Jumat, 20 September 2019 WIB

Bangunan Rumah Potong Hewan Dinas Pertanian Madina Dinilai Mubazir

MS PutraSabtu, 10 Agustus 2019 17:04 WIB
MS Putra
Tim Badan Anggaran DPRD Madina saat meninjau bangunan Rumah Potong Hewan Dinas Pertanian Madina, Kamis (8/8/2019).

Indomedia.co - Bangunan Rumah Potong Hewan Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), di Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumatera Utara dinilai mubazir karena terlihat tidak digunakan sebagaimana fungsinya.


Padahal biaya untuk pembangunan gedung tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar lebih dari APBD.


Hal itu disampaikan oleh Anggota Badan Anggaran DPRD Mandailing Natal Erwin Efendi Nasution setelah meninjau langsung pemanfaatan gedung tersebut, terkait realisasi PAD yang tertuang pada Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018, Kamis (8/8/2019).


Banggar sangat menyayangkan di bangunan tersebut tidak ditemukan aktifitas pemotongan hewan sebagaimana fungsinya.


"Minimnya capaian PAD dari instansi tersebut membuat Banggar melakukan tinjauan lapangan terkait realisasi PAD yang tertuang dalam Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaaan APBD 2018," kata Erwin Efendi Nasution, Anggota Banggar DPRD Mandailing Natal, Jumat (9/8/2019).


"Ketika kita melakukan kunjungan ke rumah potong itu secara kasat mata tidak ada aktifitas yang berarti di rumah potong hewan yang ditinjau itu, dan tidak ada tanda-tanda rumah potong tersebut digunakan sebagaimana mestinya," sebutnya.


Dengan tidak adanya tanda-tanda aktifitas pemotongan hewan pada rumah potong itu menandakan pemotongan hewan masih dilakukan di tempat toke-toke bukan di rumah potong sebagaimana yang diharapkan sehingga berakibat terhadap minimnya capaian PAD dinas tersebut, jelasnya.


Ia menyebutkan, sesuai dari kajian akademik dan rapat di Banggar capaian PAD dari para OPD masih bisa ditingkatkan bahkan bisa melebihi dari target yang sudah ditetapkan kalau dilihat dari potensi sumber PAD yang ada.


Minimnya capaian target OPD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana yang telah tertuang di Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 ini membuat Badan alAnggaran DPRD Mandailing Natal meminta Bupati Mandailing Natal agar memberikan tindakan tegas terhadap OPD yang tidak mencapai target PAD.


"Banggar nantinya akan  mendorong Bupati memberikan punishment tegas kepada OPD pengelola PAD yang tidak memenuhi target PAD," sebut Erwin.


Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Mandailing Natal Frenky Hidayat membantah rumah potong hewan itu tidak berfungsi.


"Rumah potong itu dipergunakan pada hari-hari tertentu," ujarnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Berita Terkait
    Komentar
    0 Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    Komentar Facebook