Jumat, 20 September 2019 WIB

Banjir dan Longsor Landa Padang, 2 Orang Meninggal

Suwardi SinagaAhad, 04 November 2018 21:17 WIB
Istimewa
Satu unit jembatan gantung putus akibat banjir yang melanda Kota Padang, Jumat (2/11/2018).

Indomedia.co - Banjir dan tanah longsor melanda Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Akibatnya, dua orang meninggal dunia, seribuan rumah terendam, tiga unit rumah hanyut, satu unit jembatan hanyut, satu unit jembatan gantung putus, 756 KK terdampak.


Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Ahad (4/11/2018).


Dijelaskan, bencana terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya DAS Sungai Beringin yang mengalir ke Sungai Batang Arau serta Sungai Banda Bakali yang berada di Kota Padang.


Kondisi setelah banjir. (Istimewa)


Korban jiwa akibat bencana tersebut, dua orang meminggal dunia, Jihat Melani (6) dan Pasilah Azham (10). Keduanya hanyut terbawa arus sungai. Kemudian 756 KK terdampak, 1 KK/3 jiwa mengungsi ketempat kerabat terdekat, dan 29 KK terisolir akibat jembatan hanyut dan putus sehingga mencari alternatif jalan lain yang jauh dari pemukiman.


Masih menurut Sutopo, kerugian materil, 1.400 unit rumah terendam, tiga unit rumah hanyut, satu unit jembatan hanyut, satu unit jembatan gantung putus, serta jalan di Kelurahan Padang Besi dan Kelurahan Beringin longsor menutupi sebagian badan jalan.


Satu unit jembatan putus. (Istimewa)


Upaya yang dilakukan, BPBD Kota Padang beserta insan kebencanaan telah di lokasi kejadian guna melakukan monitoring dan evakuasi kepada masyarakat terdampak. Berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Kecamatan, Kelurahan dan relawan setempat untuk melakukan tindakan arahan serta pendataan. Pembersihan material lumpur sebagian rumah penduduk dan fasilitas Umum. Penyaluran bantuan makanan dan logistik oleh BPBD Kota Padang, Dinsos, aparat kecamatan serta kelurahan.


Tim BNPB telah tiba di Kota Padang pagi tadi dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Padang. Tim BNPB meninjau lokasi kejadian dengan didampingi oleh BPBD Kota Padang ke wilayah terdampak di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan dimana terdapat 29 KK terisolir akibat rusaknya jembatan tersebut. Tim BNPB meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara dimana terdapat beberapa rumah rusak dan terendam lumpur.


Kondisi mutakhir, banjir telah surut, jalan yang terdampak longsor sudah bisa dilalui kendaraan, Pemerintah Kota Padang menetapkan Status Tanggap Darurat bencana Banjir dan Tanah Longsor selama tujuh hari, 3 November - 9 November 2018, pungkas Sutopo. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook