Senin, 10 Desember 2018 WIB

Jalan Nasional dan Jalan Provinsi di Madina Rawan Longsor, Anggota DPRD Minta Alat Berat Standby

MS PutraSabtu, 10 November 2018 18:32 WIB
MS Putra
Anggota DPRD Madina Fraksi Demokrat Rahmat Riski Daulay.

Indomedia.co - Jalan nasional dan jalan provinsi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara rawan longsor. Anggota DPRD Madina dari Partai Demokrat, Rahmat Risky Daulay meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional dan Dinas PU Sumut agar senantiasa standby-kan alat berat pada titik-titik jalan yang rawan bencana di Madina.


Hal tersebut disampaikan Rahmat Riski Daulay kepada wartawan, Sabtu (10/11/2018) di lokasi putusnya jalan nasional di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kotanopan.


"Saat ini Madina rawan bencana longsor, saya harapkan dinas terkait dapat menyiapkan alat beratnya dengan standby pada titik jalan yang rawan bencana," ujarnya.


Selain standby-kan alat berat, Pemerintah Pusat maupun Provinsi Sumatera Utara perlu menambah alat berat di Madina mengingat di Madina rawan bencana longsor, imbuhnya.


Anggota DPRD Madina Fraksi Demokrat Rahmat Riski Daulay. (MS Putra)


Di Kabupaten Madina saat ini ada beberapa ruas jalan baik jalan nasional maupun jalan provinsi yang kondisinya rawan bencana longsor. Selama ini jika terjadi longsor pengguna jalan selalu menunggu lama datangnya alat berat.


Ruas jalan tersebut mencakup ruas jalan provinsi dari Jembatan Merah hingga Kecamatan Natal, ruas jalan titik Jembatan Merah hingga Kecamatan Muarasipongi yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, dan ruas jalan Muara Pungkut menuju Kecamatan Ulu Pungkut. 


Ia menyebutkan, untuk jalan provinsi dari Jembatan Merah menuju Kecamatan Natal kerap menjadi langganan longsor apabila musim penghujan.


Akibatnya para pengendara yang harus melalui jalur itu terpaksa harus berhari-hari di jalan karena badan jalan banyak yang tertimbun material longsor. 


"Pada jalur daerah rawan longsor harus disediakan alat berat yang standby 24 jam," jelasnya.


Sedangkan untuk jalan nasional dari titik Jembatan Merah hingga Kecamatan Muarasipongi juga mengalami hal yang sama. Pada jalur ini juga merupakan salah satu daerah yang rawan bencana longsor, pungkasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook