Sabtu, 21 September 2019 WIB

Kapolri Sebut Senjata M4 Akan Digunakan Untuk Picu Kerusuhan Aksi 22 Mei

Rabu, 22 Mei 2019 23:20 WIB
tribratanews.polri.go.id
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memperlihatkan salah satu senajat yang disita dalam jumpa pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Indomedia.co - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan senjata-senjata yang diduga akan digunakan pelaku untuk memicu kerusuhan massa aksi 22 Mei. Kapolri mengungkapkan dalam seminggu ini Polri telah menangkap enam orang berikut senjata sebagai barang bukti. Skenarionya adalah menimbulkan martir dan menyalahkan aparat keamanan agar membuat masyarakat marah.


"Dalam waktu seminggu ini, Polri sudah menangkap sejumlah orang berikut senjata api yang bertujuan untuk membuat kerusuhan pada tanggal 22 Mei, itu diamankan. Ada enam orang yang sudah diamankan," ungkap Kapolri dalam jumpa pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).


Dalam jumpa pers yang didampingi Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNU Hadi Tjahjanto, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, dan beberapa pejabat lain, Kapolri menunjukkan senjata-senjata tersebut. Kapolri, pertama sekali menunjukkan senjata laras panjang M4 Carabine.


"Senjata panjang jenis M4 dilengkapi peredam. Jadi kalau ditembakkan, suaranya tidak kedengaran. Juga dilengkapi pisir, artinya bisa dipakai teleskop untuk sniper," jelas Tito.


Dilansir dari situs resmi Polri, senjata M4 ini biasa digunakan oleh tentara angkatan darat dan Korps Marinir AS. Senapan serbu M4 diketahui memiliki laras 14,5 inci dengan peluru kaliber 5,56 milimeter dari magasin yang berisi tiga puluh peluru. Senjata tersebut memiliki mode semi otomatis dan dapat memuntahkan tiga butir peluru sekaligus. Tak hanya senjata laras panjang, Polri juga mengamankan pelaku lain yang akan menggunakan senjata untuk menimbulkan korban jiwa saat aksi 22 Mei digelar. Ada dua senjata laras pendek yang ditunjukkan oleh Kapolri.


"Tanggal 21 Mei kemarin kita juga menangkap tiga orang. Mereka ditangkap dengan senjata revolver jenis Taurus Glock 22 berikut sejumlah peluru 2 dus M4 hampir 60 butir. Pengakuan mereka sama nanti dipakai untuk tanggal 22," tegas Kapolri.


Dari pengakuan para pelaku yang ditangkap, senjata-senjata tersebut memang digunakan untuk membuat rusuh saat aksi 22 Mei.


"Tujuan untuk apa? informasi intelijen kita senjata-senjata ini mereka pakai di antaranya untuk selain kepada aparat, pejabat juga, juga untuk ke massa supaya timbul martir. Alasan untuk buat publik marah, yang disalahkan aparat pemerintah," jelas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.


"Penangkapan sejumlah pelaku teror yang mereka lakukan juga akan 'main' di tanggal 22 dengan menggunakan sejumlah bom sudah kita sita dan ada empat senjata api, masih kita sita. Satu senjata panjang, senjata senjata pendek yang akan digunakan pada aksi-aksi tanggal 22 atau pada saat ribut," sambung jenderal bintang empat tersebut.


Sebelumnya diberitakan, mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko ditangkap dalam kasus penyelundupan senjata api ilegal. Senjata yang diamankan disebut berjenis senjata serbu.


"Terkait kasus penyelundupan senjata, perlu dijelaskan tadi malam telah dilakukan penyidikan terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku pada waktu bersamaan oleh penyidik dari Mabes Polri dan penyidik dari Pom TNI. Penyidikan dilakukan di Markas Puspom TNI, Cilangkap. Hal ini dilakukan karena salah satu oknum yang diduga pelaku berstatus sipil (Mayjen Purn S)," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/5/2019). (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook