Sabtu, 21 September 2019 WIB

Kejati Sumut Tahan 3 Tersangka Korupsi Proyek Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu Madina

M JawiRabu, 24 Juli 2019 22:07 WIB
M Jawi
Kejati Sumut menahan tiga orang tersangka kasus korupsi proyek Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Mandailing Natal (Madina), Rabu (24/7/2019).

Indomedia.co - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menahan tiga orang tersangka kasus korupsi proyek Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Mandailing Natal (Madina), Rabu (24/7/2019).


"Ketiganya ditahan usai menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB di Kejati Sumut," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian kepada wartawan.


Adapun ketiga tersangka yang ditahan adalah RL selaku Plt Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) Madina, EJ dan KA masing-masing selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Perkim Madina.


"Ketiganya langsung dibawa menuju Rutan Tanjung Gusta, Medan," ucap Sumanggar.


Sumanggar menuturkan bahwa penahanan terhadap ketiga tersangka berdasarkan pertimbangan penyidik. Penetapan penahanan juga sudah ditandatangani oleh Kepala Kejati Sumut.


"Salah satu pertimbangannya adalah untuk memudahkan penyidikan. Agar kasus ini bisa segera dilimpahkan ke pengadilan," tuturnya.


Sumanggar menjelaskan bahwa dalam kasus ini terdapat dugaan potensi kerugian negara sebesar Rp1,4 miliar. Itu sesuai dengan hasil audit akuntan publik.


"Modusnya, ketiga tersangka ini mengerjakan proyek itu tanpa perencanaan, dibangun di lahan sempadan atau bantaran sungai tanpa izin pihak terkait. Selain itu proyek ini dikerjakan tanpa melalui mekanisme tender," jelasnya.


Sumanggar menambahkan bahwa dalam kasus ini banyak instansi yang terlibat dalam pengerjaannya. Namun saat ini penyidik masih fokus untuk Dinas Perkim Madina.


"Itu bukan di satu dinas saja pengerjaannya, ada Dispora, Dinas PU. Namun kita fokus di Dinas Perkim dulu baru nanti kita kembangan ke arah sana," pungkas Sumanggar. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook