Sabtu, 21 September 2019 WIB

KPK Sita Sejumlah Aset Diduga Milik Bupati Labuhanbatu Nonaktif Pangonal Harahap, Dari Pabrik Kelapa Sawit Hingga Ruko di Medan

Suwardi SinagaAhad, 04 November 2018 16:57 WIB
Teguh P
KPK menyita dua unit ruko diduga milik Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap, di Jalan Karya Jaya Gang Pipa, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/11/2018).

Indomedia.co - Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sekitar 37 orang saksi di Polres Labuhanbatu sejak 31 Oktober 2018, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyisir sejumlah aset yang diduga milik tersangka Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu nonaktif, terkait penanganan perkara dugaan suap terhadap yang bersangkutan.


Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya kepada Indomedia.co, Ahad (4/11/2018).


Dijelaskan, penyitaan aset adalah bagian dari proses penyidikan dan diharapkan nanti akan lebih memaksimalkan pengembalian aset pada masyarakat melalui mekanisme keuangan negara atau memaksimalkan asset recovery.


Dua unit ruko diduga milik Pangonal Harahap disita. (Teguh P)


Pada Jumat (2/11/2018), KPK melakukan penyitan dua bidang tanah yang berlokasi di dekat Kantor Bupati Labuhanbatu, dan satu unit tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya pabrik kelapa sawit.


"Pabrik sawit ini yang dulu diduga pernah dijual PH kepada Andi Narogong," jelas Febri.


Kemudian pada Sabtu (3/11/2018), dilalukan penyitaan terhadap dua unit ruko di Jalan Karya Jaya Gang Pipa, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.


"KPK telah memasang plang penyitaan di sejumlah lokasi tersebut," tulis Febri.


Karena dugaan penerimaan suap terkait proyek di Labuhanbatu cukup signifikan sekitar Rp50 miliar, yaitu sejumlah Rp46,5 miliar dan dalam bentuk SGD setara sekitar Rp3 miliar sampai saat ini, serta penerimaan lain yang sedang terus diidentifikasi selama yang bersangkutan menjabat, oleh karena itu, untuk memaksimal asset recovery atau pengembalian uang pada negara, maka KPK terus akan mencari aset lain yang diduga milik Pangonal Harahap, pungkasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook