Sabtu, 21 September 2019 WIB

OTT, Polda Sumut Tetapkan Bendahara Pengeluaran BPKD Pematangsiantar Tersangka

M JawiJumat, 12 Juli 2019 22:28 WIB
Dokumentasi
Kantor BPKD Kota Pematangsiantar.

Indomedia.co - Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumatera Utara menetapkan seorang tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar pada Kamis (11/7/2019) sore kemarin. 


Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengatakan bahwa dari 16 orang yang diamankan, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu EZ yang merupakan Bendahara Pengeluaran BPKD Kota Pematangsiantar.


"Sedangkan dua orang lagi masih dijadikan sebagai saksi dari E yaitu Honorer BPKD Kota Pematangsiantar, dan TMDLT Staf Bidang Pendapatan Lidia Ningsih," kata Rony, Jumat (12/7/2019).


Baca: OTT Pegawai BPKD Pematangsiantar Terkait Dugaan Pungli Uang Insentif


Dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya.


"Mereka menjadi saksi lalu tersangka. Tidak tertutup kemungkinan bisa jadi tersangka, tapi kan bertahap prosesnya," ungkap Rony.


Rony menjelaskan bahwa modus yang dilakukan oleh tersangka adalah memotong insentif dari sejumlah petugas pemungut pajak di BPKD.


"Harusnya kan sesuai aturannya insentif itu diberikan kepada pemungut pajak sepenuhnya. Tapi insentif itu malah dipotong oleh bendahara pengeluaran," jelasnya.


Baca: OTT, Polda Sumut Amankan 3 Pegawai BPKD Pematangsiantar dan Uang Rp186 Juta


Rony menuturkan, mereka yang menjadi saksi dalam kasus ini sejatinya akan dipulangkan setelah 1x24 jam setelah diambil keterangannya oleh penyidik Tipidkor Polda Sumut.


"Ya nanti akan kita pulangkan setelah selesai diambil keterangannya. Untuk saat ini baru satu tersangka saja yang telah ditetapkan," tuturnya.


Ketika disinggung apakah pemotongan insentif sudah berlangsung lama, Rony menyebutkan masih dalam pendalaman.


"Ya kalau semua tindak pidana, pasti pelaku yang ditanya akan mengakuinya baru kali itu. Tapi saya curiga ini bukan kali ini terjadi, saya menduga sudah terjadi beberapa kali," terangnya.


Baca: OTT Pegawai BPKD Pematangsiantar Terkait Dugaan Pungli Uang Insentif


Terkait apakah pimpinan BPKD Kota Pematangsiantar terlibat dalam kasus ini, Ronny menambahkan bahwa siapa saja bisa terlibat.


"Ya kalau ada bukti-buktinya bisa saja. Kalau memang baru sekali pungli itu bisa jadi belum ada aliran ke atas. Tapi kalau sudah berulangkali tidak mungkin tidak mengalir ke atas. Nantilah kita periksa kepalanya, kebetulan dia sedang di Jakarta," pangkasnya.


Diberitakan sebelumnya,pPetugas Unit 4 Subdit lll Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka No 8, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (11/7/2019) sore.


Kabidhumas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis malam menjelaskan, dalam OTT yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB itu, petugas mengamankan tiga orang yakni TMDLT Tenaga Harian Lepas BPKD Pematangsiantar, LN Staf Bidang Pendapatan 2 BPKD Pematangsiantar, dan EZ Bendahara Pengeluaran BPKD Pematangsiantar.


Barang bukti yang disita, uang sebesar Rp186 juta. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook