Sabtu, 21 September 2019 WIB

Pascagempa M 6,9, Tujuh Rumah Rusak Berat

Suwardi SinagaJumat, 02 Agustus 2019 22:35 WIB
bnpb.go.id
BNPB.

Indomedia.co - Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB pada Jumat (2/8/2019) pukul 22.10 WIB, sebanyak tujuh rumah rusak berat, tiga rusak sedang dan lima lainnya rusak ringan. Data rumah rusak berat teridentifikasi di Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat.


Hal itu disampaikan oleh Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo kepada wartawan, Jumat malam.


Sebanyak lima unit rusak berat di Desa Neglasari dan satu unit di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Rumah rusak berat lain tercatat satu unit di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat. Selain itu kerusakan di kabupaten ini juga terjadi di Kecamatan Cipatat dan Cililin.  Satu rumah rusak ringan di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat, sedangkan 4 lainnya di Kecamatan Cililin.


Baca: Gempa M=7,4 Guncang Samudera Hindia Selatan Jawa, Berpotensi Tsunami



Sementara itu, dua unit rumah mengalami rusak ringan dan rusak sedang di Kabupaten Sukabumi. Rinciannya, satuunit di Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, dan satu unit lagi di Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak. Kerusakan juga terjadi pada bangunan Majelis Taklim di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, dengan kategori rusak ringan, papar Agus.


Di Kota Bogor, BPBD setempat melaporkan satu unit rumah mengalami retak-retak.


Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB, sejumlah 1.000 warga mengungsi di halaman Kantor Gubernur Lampung. Sejumlah 50 lainnya di Kabupaten Lampung Selatan mengungsi di eks Hotel Lima Enam, jelas Agus.


Baca: Gempa M 7,4 Guncang Beberapa Wilayah Jawa dan Sumatera, Berpotensi Tsunami



Gempa bumi bermagnitudo 6,9, yang sebelumnya dirilis bermagnitudo 7,4 ini dirasakan dengan durasi berbeda di beberapa wilayah. Warga di Kabupaten Pandeglang merasakan getaran 5-10 detik. Warga panik dan keluar rumah,sebagian mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.


Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1-5 detik. Mereka juga panik namun tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi, mereka merasakan getaran lebih lama yaitu 15-20 detik. Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah. Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5-7 detik, sedangkan Kota Bogor 15-25 detik.


Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB. Gempa magnitudo 6,9 ini terjadi pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten, pungkas Agus. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook