Sabtu, 17 November 2018 WIB

Penyelam Meninggal Saat Evakuasi Pesawat Lion Air JT610

Sabtu, 03 November 2018 20:56 WIB
Basarnas
Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi memberikan keterangan kepada wartawan.

Indomedia.co - Seorang penyelam dari Indonesia Diving Rescue Team (IDRT), Syahrul Anto (48) yang beralamat di Jalan Anggrek No 12 Taman Nirwana Ujung Pandang meninggal dunia saat melaksanakan operasi penyelaman di lokasi pencarian pesawat Lion Air JT610, Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.


Jenazah Anto kemudian dievakuasi menggunakan Kapal Teluk Bajau Victori ke Posko Basarnas. Selanjutnya dievakuasi ke RSUD Koja, Jakarta untuk keperluan autopsi. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah diterbangkan ke Surabaya, Sabtu (3/11/2018) pagi pukul 05.00 WIB untuk disemayamkan di rumah orang tuanya.


"Sebagai Kabasarnas, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan dari personel Indonesia Diving Rescue Tim. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada almarhum yang memiliki kapasitas dan kualitas, senior, dan memiliki jam terbang yang tinģgi sebagai relawan yang penuh dedikasi. Namun, jika Tuhan menghendaki hal lain, kita tidak dapat melawannya," ujar Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi saat konferensi pers di Posko Terpadu, Sabtu (3/11/2018) pukul 12.00 WIB.


Terkait update pencarian sampai siang ini, tim SAR telah mengevakuasi 73 kantong yang telah diberi label oleh DVI dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Tim SAR juga telah menemukan roda pesawat yang lain, bagian-bagian badan pesawat, termasuk bagian tubuh korban yang belum dievakuasi ke posko.


Kabasarnas kembali menekankan, bahwa seluruh tim yang terlibat dalam operasi adalah tim terpadu yang tetap solid dan terus bekerja yang dikoordinir oleh Basarnas. Basarnas sudah menentukan dan membagi spot-spot untuk masing-masing tim penyelam baik dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, maupun penyelam-penyelam profesional dari potensi SAR.


Pada sektor 1, kapal yang beroperasi dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air seperti Multi Beem Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV), dan Ping Locator untuk mendeteksi sinyal dari black box. Peralatan-peralatan tersebut terpasang di 5 kapal, masing-masing KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Baruna Jaya BPPT, Kapal Dominos dan Teluk Bajau (Victoria) milik Pertamina. Kapal-kapal ini bergerak 24 jam, melakukan penyisiran di area pencarian.


Sementara pada sektor 2, terdapat 40 kapal lebih dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Polair, KPLP, Bea Cukai, ditambah kapal-kapal nelayan dan Potensi SAR lainnya menyisir di permukaan.


Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: Basarnas

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook