Sabtu, 21 September 2019 WIB

Polisi Ringkus Komplotan 'Becak Hantu'

M JawiKamis, 18 Juli 2019 21:37 WIB
Istimewa
Komplotan "becak hantu" yang diamankan Polrestabes Medan.

Indomedia.co - Personel Satreskrim Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus kejahatan yang dilakukan oleh komplotan "becak hantu" dan berhasil mengamankan tiga orang. Dua diantaranya ditembak polisi karena mencoba melawan saat hendak diamankan.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa dua pelaku yang terpaksa diberi tindakan tegas dan terukur karena mencoba melawan saat diamankan petugas adalah PS alias Gondit (22), dan NP alias Natal (22). Sedangkan ASP alias Toni (17) tidak ditembak karena lebih kooperatif.


"Ketiganya merupakan warga Jalan Elang, Perumnas Mandala," kata Dadang, di Mapolrestabes Medan, Kamis (18/7/2019).


Dadang menjelaskan bahwa istilah "becak hantu" yang disematkan kepada ketiganya tidak terlepas dari kebiasaan mereka yang selalu membawa becak barang saat beraksi. Menggunakan becak tersebut mereka selalu berpura-pura sedang mencari sisa makanan pada tempat-tempat pembuangan sampah di komplek-komplek perumahan warga untuk dijadikan makanan ternak. Aksi ini beberapa kali membuat petugas keamanan komplek menjadi tidak curiga.


"Padahal, di balik kegiatan para pelaku itu ternyata mengintai rumah-rumah kosong maupun sepeda motor warga yang terparkir di rumah. Bahkan aksi mereka ada yang viral di media sosial," jelasnya.


Penangkap para pelaku berawal dari laporan masyarakat yang sudah dibuat resah oleh komplotan "becak hantu" itu.


"Kami menerima laporan maraknya aksi pencurian dengan modus 'becak hantu' itu lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil mengidentifikasi para pelakunya," ucap Dadang.


Dadang mengungkapkan bahwa dari hasil pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yakni empat unit beca motor, dua buah gunting pemotong hidrolik, satu buah linggis, satu buah martil, satu buah kunci leter T, dua anak kunci T, satu kunci leter L, uang Rp25 Ribu, dan satu buah flashdisk rekaman CCTV.


"Dari hasil penyelidikan para pelaku sudah beraksi puluhan kali dibeberapa lokasi berbeda di Kota Medan. Kita masih melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya," pungkas Dadang. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook