Sabtu, 21 September 2019 WIB

Sering Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Madina Berharap Bantuan Alat Pemadam Dari BNPB

MS PutraJumat, 16 Agustus 2019 17:00 WIB
MS Putra
Kebakaran lahan warga di Sipaga-paga, baru-baru ini.

Indomedia.co - Mengingat wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang terdiri atas kawasan hutan dan areal perkebunan membuat beberapa wilayah di kabupaten itu rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


Dari data Tahun 2018 luas areal perkebunan besar dan area perkebunan rakyat serta luas kawasan hutan di Kabupaten Mandailing Natal seluas 548.710,04 hektare.


Luas areal ini terdiri atas luas areal perkebunan besar seluas 69.572 hektare, luas perkebunan rakyat seluas 95.748,04 hektare, dan luas kawasan hutan 383.390 hektare.


Dengan luasnya kawasan hutan dan areal perkebunan ini sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan di kawasan hutan maupun areal perkebunan perusahaan, dan perkebunan rakyat.


Peristiwa kebakaran hutan hampir terjadi setiap tahun.


Seperti beberapa hari lalu, kebakaran hutan terjadi di perkebunan rakyat di Desa Sipapaga dan Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang.


Untuk kebakaran di Desa Sipapaga, setidaknya ada lima hektare lahan yang terbakar, sedangkan di Desa Sidojadi setidaknya satu hektare lahan perkebunan terbakar.


Kebakaran ini diduga diakibatkan oleh buangan puntung rokok warga saat hendak pulang dari kebun pada rumput yang kering di lokasi pembangunan Bandara Udara Bukit Malintang itu.


Mengingat Kabupaten Mandailing Natal sangat rawan dengan terjadinya kebakaran hutan, Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengharapkan bantuan peralatan pemadam kebakaran hutan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Kepala BPBD Mandailing Natal melalui Sekretaris Harisah saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (16/8/2019) menyampaikan, dengan minimnya peralatan pemadaman yang dimiliki saat ini, BPBD sangat mengharapkan bantuan peralatan dari BNPB untuk mendukung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kabupaten itu.


Adapun alat yang dibutuhkan terdiri atas mesin pompa jinjing, selang ukuran 2,5 dan 1,5 inc, nozzel, G Conector, kenderaan slip on unit, mesin pompa air berkekuatan tinggi, pompa apung, pompa portable, peralatan logistik, medis dan SAR, HT, peralatan mekanis, buldozer dan traktor, dan penampung air. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook