Jumat, 20 September 2019 WIB

Tahun Depan, Kemenhub Fokus Kembangkan Angkutan Massal Darat dan Kereta Api

Kamis, 13 Juni 2019 21:01 WIB
dephub.go.id
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Raker dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Indomedia.co - Kementerian Perhubungan akan fokus mengembangkan angkutan umum massal pada subsektor transportasi darat dan perkeretaapian pada tahun depan.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan meningkatkan anggaran untuk kedua subsektor tersebut. Menhub menyampaikan hal ini usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019) malam.


Menhub mengatakan satu hal yang mendapat sorotan dari Komisi V DPR RI adalah diupayakannya angkutan massal yang berbasis kereta api dan berbasis bus. Pada rapat tersebut diusulkan untuk meningkatkan anggaran di darat dan juga bagaimana agar berkolaborasi dengan PT Kereta Api untuk penambahan rolling stock (sarana kereta api) sehingga angkutan darat dan angkutan kereta api menjadi suatu hal yang masif.


Dilansir dari situs resmi Kemenhub RI, Menhub mengungkapkan hal yang disampaikan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi bahwa dengan anggaran yang relatif tidak maksimal, maka harus dilakukan prioritas-prioritas kegiatan yang dianggap penting dan mendesak.


"Dari apa yang disampaikan tadi memang sejalan dengan apa yang disampaikan Pak Presiden bahwa dengan anggaran yang relatif tidak maksimal kita harus melakukan prioritas-prioritas apa kegiatan yang harus dilakukan. Pertama kali tentu kita melakukan kegiatan yang berkaitan dengan angkutan massal sehingga ada intensifikasi untuk perbaikan terminal, pembelian bus-bus, penambahan infrastruktur kereta api, penambahan rolling stock kereta api dan sebagainya," sebut Menhub.


Menhub menyatakan pihaknya membutuhkan dana yang banyak. Untuk di subsektor transportasi darat anggaran tersebut akan dipergunakan untuk melakukan revitalisasi terhadap ratusan terminal tipe A yang sudah diserahkan kepada Kemenhub, melakukan revitalisasi jembatan timbang, serta yang paling signifikan adalah menaikkan jumlah angkutan massal.


Pada subsektor perkeretaapian Menhub menyebutkan bahwa secara legal Kemenhub tidak boleh mensubsidi rolling stock, karena itu Kemenhub akan men-support kegiatan infrastruktur sedangkan nanti PT KAI menginvestasi rolling stock. Diharapkan dengan cara ini akan meningkatkan pertumbuhan kereta api menjadi 20 persen pada tahun depan.


"Tahun ini saya senang karena pertumbuhan kereta api bukan 2-3 persen tapi sampai 10 persen, harapannya tahun depan 20 persen. Mengapa kita sampaikan demikian karena rel ganda yang kita investasikan belasan triliun rupiah sudah selesai tahun ini. Nanti PT KAI menginvestasikan di rolling stock. Itu kita buat semua, jadi safety-nya bagus dan slotnya juga akan baik, oleh karenanya kita punya kesempatan untuk menambah slot-slot baru di sana," ujar Menhub. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook