Rabu, 20 November 2019 WIB

Walau Gearbox Patah, Ijeck Catatkan Waktu Apik di APRC Indonesia 2019

Suwardi SinagaAhad, 28 Juli 2019 16:52 WIB
Istimewa
Wagub Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) menjadi salah satu peserta Asian Pasific Rally Championship (APRC) 2019 di Desa Rambongsialang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, dengan mobil Subaru biru dengan nomor peserta 11 yang berhasil menuntaskan 6 spesial stage (SS) pada hari pertama APRC 2019, Sabtu (27/7/2019). Walau pada SS kedua Ijeck mengalami masalah pada Gearbox, namun berhasil masuk 10 besar dari 63 peserta pada hari pertama pelaksanaan APRC 2019.

Indomedia.co - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyelesaikan Leg 1 Asian-Pasific Rally Championship (APRC) Indonesia 2019 di Rambongsialang, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (27/7/2019) dengan waktu yang memuaskan. Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck finish di urutan 8, 10 dan 12 walau mengalami kerusakan di gearbox (gigi) 1 dan 2.


Ijeck mengalami kerusakan dua gearbox saat di Special Stage (SS) 2 dan hanya menggunakan gigi 3, dan 5 selama sisa balapan. 


"Kendaraan saya mengalami patah gearbox makanya saya pacu mobil dengan gigi 3 dan 5 saja," kata Ijeck yang mengendarai mobil Subaru Impreza WRX pada APRC kali ini.


Pada SS pertama Ijeck, masih mencatatkan waktu yang bagus, 8 menit 36,8 detik, menempatkannya di posisi 8. Namun, masih kalah cepat dari anaknya Musa Arjianshah yang selesai dengan waktu 8 menit 34 detik. Musa Rajekshah tak bisa memperbaiki waktunya setelah mengalami kerusakan gearbox, SS 3 diurutan 10, SS 4 diurutan 11, SS 5 urutan 10 dan SS 6 urutan 10.


Sedangkan Arji, panggilan akrab Musa Arjianshah, yang sempat mengalami pecah ban di SS 2 terus meningkat performanya. Arji di urutan ke-6 di SS 3, 4 dan 5 dan ke-7 di SS 6.


"Kalau finish waktu saya belum tahu, tetapi mungkin saya posisi 6 atau tujuh, tetapi Arji anak saya itu masih di atas saya," kata Ijeck.


Treknya sendiri menurut Ijeck cukup menantang karena kering yang membuat sulit memacu kendaraan dengan kecepatan penuh. Itu juga yang membuat banyak dari pereli kesulitan menyesuaikan dengan kondisi ini terlebih SS 5 dan 6 karena berlumpur.


"Kalau kendala saya lihat banyak peserta yang tidak bisa finish karena kondisi trek yang kering dan ada yang berlumpur. Dengan kondisi seperti ini dan high speed banyak peserta yang kesulitan. SS 5 dan 6 itu sangat sulit karena berlumpur dan tergenang air hujan," tambah Wagub Musa Rajekshah.


Di hari pertama ini pereli nasional Subhan Aska menjadi yang tercepat, dia unggul di SS 2, 3, 4 dan 5. Selanjutnya, pereli akan kembali beraksi Minggu (28/7/2019) untuk menyelesaikan 4 SS yang akan menentukan pemenang APRC Indonesia 2019. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook