Senin, 10 Desember 2018 WIB

Hoaks Mengenai Isu Penculikan Anak

Suwardi SinagaSabtu, 03 November 2018 15:06 WIB
kominfo.go.id
Kementerian Kominfo RI.

Indomedia.co - Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima beberapa aduan konten terkait isu penculikan anak, baik melalui email aduankonten@kominfo.go.id maupun melalui akun twitter @aduankonten serta akun @kemkominfo dan @DitjenAptika dalam beberapa hari terakhir.


Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers, Kamis (1/11/2018).


Atas sejumlah aduan masyarakat tersebut, Subdit Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian, Ditjen Aplikasi Informatika kemudian melakukan verifikasi atas aduan tersebut.


Inilah dua hoaks yang berhasil diidentifikasi oleh Tim Kementerian Kominfo.


Hoaks Pertama


Akhir-akhir ini warga Tulung Agung diresahkan dengan adanya informasi penculikan anak di media sosial. Telah tersebar isu terjadinya penculikan anak di salah satu Pusat Perbelanjaan, Belga, Tulung Agung, Jawa Timur. Kabar ini pun menyebar melalui pesan berantai Whatsapp.


Penjelasan:


Menanggapi isu tersebut, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar atau hoaks.




Hoaks Kedua


Penculikan anak di Talang Jambe Palembang.


Penjelasan:


Telah ramai beredar informasi tentang penculikan anak yang terjadi di daerah Talang Jambe Palembang.


Faktanya informasi yang disebarkan tersebut adalah orang yang tertangkap karena ketahuan mau mencuri Handphone di daerah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Rabu 31 Oktober 2018.



Sekali lagi, Kementerian Kominfo mengimbau warga net untuk tidak menyebarkan hoaks atau berita bohong atau kabar palsu melalui saluran internet, baik website, media online maupun media sosial. Setiap pelaku penyebaran hoaks melalui internet bisa dijerat dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar sesuai dengan ketentuan UU ITE, pungkas Ferdinandus Setu. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook