Senin, 10 Desember 2018 WIB

Gubernur Sumatera Utara Marah, Kopi Lintong dan Mandailing Disebut Berasal Dari Thailand

Suwardi SinagaSenin, 03 Desember 2018 21:30 WIB
Istimewa
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memperhatikan salah satu jenis kopi, Senin (3/12/2018).

Indomedia.co - Membuka Seminar Keragaman Jenis Kopi di Taman Siba Indah, Hamparan Perak, Deli Serdang, Senin (3/12/2018), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengungkapkan rasa marah dihadapan peserta dan masyarakat yang hadir. Pasalnya, Kopi Lintong dan Kopi Mandailing sempat disebut berasal dari Thailand.


"Kita punya kopi yang bagus. Kekayaan alam kita sebagai penghasil kopi adalah bonus yang diberikan Allah SWT kepada daerah ini," ujar Gubernur dalam sambutannya.


Menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Italia pada masa lalu, Gubernur mengaku melihat dan mencicipi satu loki kopi dengan harga yang cukup mahal. Mengetahui itu, ia pun merasa bangga Kopi Mandailing dan Lintong dijual di negara tersebut. Apalagi keduanya berasal dari Sumatera Utara.


"Saya sempat bangga karena ternyata kopi kita terkenal. Tetapi pas saya tanya, mereka (orang Italia) bilang kopinya dari Thailand. Saya jadi bingung, apa ada Mandailing di Thailand," sebut Gubernur.


Akhirnya pertanyaan yang membuatnya sedikit marah itu, terjawab dengan informasi bahwa hingga 1998, kopi asal Sumatera Utara itu masih diimpor langsung dari Indonesia. Setelahnya, mulai terjadi pencampuran, yang kemudian diterima terlebih dahulu di Thailand, baru dikirim ke Italia. Hal ini yang kemudian membuatnya kecewa dan marah.


"Intinya yang mau saya sampaikan adalah, mari kita jujur. Ini seperti persoalan akal mengakali. Karena sekarang yang mendapat keuntungan itu orang luar (asing). Jadi saya titip, tolong yang ini dibahas dalam seminar seperti ini," jelas Edy Rahmayadi.


Dirinya pun menyebutkan, kegiatan seminar merupakan satu hal penting yang perlu dilakukan. Namun yang tidak kalah penting menurutnya adalah bagaimana mengedepankan aksi seperti menggalakkan promosi kopi, serta produksi hingga menjaga nama agar tidak dibajak oleh negara lain.


"Jadi kopi kita ini (asal Sumatera Utara) bukan soal enak tidak enak, tetapi sudah kelas dunia. Yang bikin kurang itu, ya kita sendiri. Mari manfaatkan sekarang, ajari kami untuk bisa memperbaiki. Persoalan kita bukan kurang seminar, tetapi mental kita yang harus baik. Jadi saya mau aksi, kita galakkan ini," tegasnya.


Selain itu, Gubernur juga mengatakan kondisi warung kopi di beberapa tempat yang menyediakan kopi asal Sumatera Utara, selalu ramai diminati masyarakat. Karena itu dirinya meminta agar masyarakat mendapatkan manfaat dari besarnya nama kopi yang ditanam di beberapa tempat di Sumatera Utara.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara Wan Hidayati mengungkapkan pentingya menjadikan komoditi kopi sebagai satu promosi untuk meningkatkan wisata khususnya agrowisata. Apalagi, katanya, selain dataran tinggi, kawasan Pantai Timur juga berpotensi menjadi tujuan wisata sekaligus memperkenalkan beragam jenis kopi olahan.


Acara Seminar Keragaman Jenis Kopi Sebagai Potensi Pasar Wisata Melalui Agrowisata tersebut, dihadiri tokoh masyarakat, Syarifuddin Siba yang juga owner Taman Siba Indah. Selain itu, Gubernur juga sempat mengunjungi stand pameran berbagai jenis olahan kopi dari sejumlah UKM. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook